Warkah ini ditujukan khas untuk putera puteri Islam sebelum dan sesudah 14 Februari 2008…

 

Wahai Puteriku…
Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, dan kami tidak dapat menghasilkan apa-apa. Para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bahagian lengan, betis dan lehernya.

Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, puteriku! Kuncinya berada di tanganmu. Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi jika engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemalaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah.

Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu: silakan masuk … ketika ia telah mencuri, engkau berteriak :” tolong ada orang mencuri!”

Demi Allah…dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.

Demi Allah…begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.

Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku?

Cuba kau fikirkan! Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engkaulah yang menanggung beban kehamilan dalam rahimmu.

Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.

Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkanlah mukamu, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berkata lancang pada perkataan atau gatal tangannya, kau lepaskan kasut dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.

Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita setinggi mana status sosial, kekayaan, populariti, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang solehah serta ibu yang mithali.
Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik kerana ia tidak rela bila ibu kepada putera-puterinya adalah seorang wanita tidak bermoral.

Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sedar? Mengapa kalian tidak berusaha membanteras malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu kerana kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyedarkan mereka, dan oleh kerana yang menjadi korban kerosakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.

Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mahu bertaqwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit.

Bila mereka masih membangkang maka sampaikan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja puteri yang cantik, oleh kerana itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal?

Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bongkok dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan simpati?

Tahukah kalian, siapakah yang memerhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu.

Saya tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka menyanggah dan mencemuh saya kerana saya telah menghalang mereka memperoleh kenikmatan dan kelazatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, wahai puteriku yang beriman dan beragama! Puteriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain tetapi engkau.

Oleh kerana itu jangan menyajikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan mendengar ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus.
Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristeri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain menjadi pemuas kelazatan sementara.

Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan selain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan kembali selamanya, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat ditemukan kembali.

Bila puteri-puteri ini jatuh, tidak seorangpun di antara mereka mahu menyingsing lengan, membangunkannya dari lembah kehinaan. Engkau akan dapati mereka hanya merebut kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun pergi meninggalkannya, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.
Inilah nasihatku kepadamu, puteriku.

 

Inilah kebenaran. Selain ini jangan percaya. Sedarlah bahawa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Perbaikilah diri kalian, dengan yang demikian ummah pun akan menjadi baik…

 

Disari dari buku : Ya ibnati oleh Ali Thanthawi

Popularity: 2% [?]

Boomark artikel ini jika ianya bermanfaatThese icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • digg
  • Reddit
  • blogmarks
  • co.mments
  • del.icio.us
  • feedmelinks
  • Furl
  • NewsVine
  • RawSugar
  • scuttle
  • Smarking
  • Spurl
  • YahooMyWeb
This post has No comment. Add your own.